Thoughts

Monolog

Selamat ulang tahun Er. Tak mendengar dan melihat kabarmu selama sewindu membuatku kembali mundur bertemu sejarah. Selama itu pula aku menjaga. Semoga tak tenggelam kau dalam kesenangan semu.

Seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, aku dan kamu telah bersilang jalan satu sama lain, tapi kita tidak membuat signal. Tak mengucapkan sepatah kata pun. Tak punya apapun untuk dikatakan. Tapi kau seakan berkata bahwa itu satu bentuk keromantisan lain dalam balutan kediaman.

Andai kita bertemu, kau mungkin akan banyak bilang aku berubah. Iya, caraku memandangmulah yang sudah tak lagi sama. Dulu kau panggil aku hujan, tapi kini aku bukan lagi titik-titik air yang jatuh dari langit itu. Aku tidak ingin mencintaimu seperti hujan mencintai bumi. Dia kejam, cintanya cuma musiman.

Selamat ulang tahun Er, tetaplah berpuasa rasa. Seperti janjimu dulu. 🙂

Pare, 26 Mei 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s