Tags

Setiap orang pasti pernah bahkan sering merasa khawatir. Kekhawatiran memang merupakan masalah setiap orang. Namun rasa khawatir adalah sebuah anugerah dari Allah SWT, supaya kita melakukan antisipasi.

Sayangnya rasa khawatir seringkali berlebihan sehingga membebani pikiran dan membuat kebahagiaan kita berkurang. Rasa khawatir apalagi yang berlebihan bisa menjauhkan kita dari kebahagiaan, karena kebahagiaan itu adanya sekarang, sedangkan khawatir adanya nanti.

cemas

Untuk itu kita perlu meminimalisir rasa khawatir. Dan untuk itu kita perlu mengetahui dimensi dari khawatir. Ada 2 dimensi khawatir, yaitu: keinginan, dan ketidakpastian. Khawatir terjadi ketika keinginan tinggi, dan ketidakpastian tinggi.

Bukan berarti kita tidak boleh punya keinginan tinggi, boleh saja dan harus itu, tapi ketidapastiannya kalau bisa dikurangi. Misalnya: Kita ingin jadi juara di kompetisis masak (keinginan), sementara persaingan saat ini sangat ketat, dan pengalaman kita masih kurang (ketidakpastian). Maka kita perlu mengurangi ketidakpastian dengan “menambah ilmu dan pengalaman”.

Walaupun kita sudah “upgrade” diri, kita masih saja khawatir, berarti kita belum berserah diri kepada Allah SWT. Kita harus tahu bahwa apa yang baik bagi kita belum tentu baik dalam pandangan Allah SWT. Begitu juga, yang buruk di mata kita, belum tentu buruk di mata Allah SWT. Berbicara ketidakpastian harus kita kembalikan kepada Allah SWT, seraya memohon diberikan yang terbaik menurut Allah SWT. Hal itu akan mengurangi kekhawatiran. Kekhawatiran terkait dengan keimanan. Kalau kita percaya dan berserah diri pada Allah SWT, maka kita akan bisa mengelola rasa khawatir.

Jika kita sedang khawatir, yang bisa dilakukan adalah : ambil kertas, tulis apa yang kita khawatirkan. Buat 2 kolom. Kolom pertama: tulis yang “Can Do” (yang bisa dilakukan). Kolom kedua: tulis yang Can’t Do (yang tidak bisa dilakukan). Untuk hal- hal yang bisa kita lakukan, lakukanlah sekarang juga. Sedangkan untuk hal-hal yang tidak bisa kita lakukan, berserahdirilah kepada Allah SWT. Dengan demikian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Khawatir adalah masalah pikiran yang paling sering muncul, bukan sedih, kecewa, sakit hati, atau marah. Karena khawatir bisa datang setiap saat. Khawatir awalnya adalah rahmat dari Allah SWT agar manusia berhati-hati dan melakukan antisipasi. Namun manusia sering khawatir secara berlebihan, yang menunjukkan kurangnya berserahdiri kepada Allah SWT.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Q.S. At-Taubah ayat 105 :

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul- Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.

Semoga Bermanfaat🙂

Noted by: Kelas Motivasi