Tags

, , , , ,

Sepi ini menjadi begitu riuh ketika pintu hati kubuka.

Tak kusangka, rindu-rindu yang dulu sudah kukurung paksa masih piawai mengeja namamu tanpa jeda..

Apa sejarah benar-benar mengejarku?

Atau justru aku yang tiada bergeming barang satu?

Huuuhhff.. Lelahkah? Entah, sepertinya kata itu hanya sekedar mampir di kepala dan berlalu begitu saja.

Seakan tak ada tempat lagi untuk sembunyi disana.

Satu dasawarsa sudah, bayangmu yang dulu abu kemudian berakhir putih, sekarang kembali meng-abu.

Beberapa hati menyapa, bahkan sempat kudiami.

Namun rumahmu begitu nyata nampak di depan mata.

Begitulah.. Aku hanyalah jiwa yang berjalan sesuai maktub Tuhan.

Aku tak tahu kapan aku harus pulang.

Berada diatas jalan semu kadang membuatku pilu.

Kadang aku tertunduk mengasihani jiwa yang kupunya.

Izinkan aku pulang, menghuni rumah yang sudah Kau janjikan.

Tentang siapa saja yang akan membersamaiku nanti. Aku terima.

Tidakkah itu satu hal mudah bagiMu akan takdir sahayaMu?

Solo, 12 April 2015