“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu yang lebih kecil dari itu, kecuali akan ditetapkan untuknya satu satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan” [H.R Muslim] Sakit pada hakikatnya merupakan ujian dari Allah SWT. Dengan mengalami musibah sakit, dosa-dosa seorang hamba akan dihapuskan, mendapatkan pahala, dan ditinggikan derajatnya. Namun, kita kadang lupa akan hal ini, sehingga sakit hanyalah dimaknai sebuah penderitaan, titik. Padahal berjuta hikmah dapat kita petik dari musibah sakit, baik yang dialami oleh kita atau anggota keluarga kita. Misalnya, setelah sembuh dari sakit, kita akan merasakan betapa berharganya kesehatan sehingga kita terpacu untuk memanfaatkan waktu sehat tersebut sebaik dan seoptimal mungkin. Atau bisa jadi sakit membuat kita kembali mengingat Allah setelah sekian lama melupakan-Nya. Sangat mungkin pula, sakit dapat menghubungkan tali silaturahmi yang telah lama terputus dengan kerabat dan sahabat. Bila mau membuka mata dan berpikir jernih, niscaya kita akan melihat taburan hikmah dibalik rasa sakit yang kita alami. Firman-Nya:

“….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah 2:216)

Secara ringkas, hakikat yang mesti kita pahami tentang sakit adalah:

  • Sakit dan mati pada hakikatnya adalah kuasa Allah. Hakikat ini dapat kita cermati pada Surah Asy-Syu’araa’ (26) ayat 80-81.

“Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan ku, dan yang akan mematikan aku, kemudian menghidupkan aku kembali”

  • Sakit dan mati merupakan ketentuan dari Allah yang telah tertulis di dalam Lauhul Mahfudz.
  • Sakit adalah cobaan yang diberikan Allah kepada manusia dengan tujuan menguji kesabaran dan ketahanan spiritual, menghapuskan dosa bila dijalani dengan penuh ketabahan, mengingatkan manusia bahwa dia adalah makhluk yang sangat lemah. Tidak ada kemampuan manusia untuk menghindar dari ketentuan yang telah ditetapkan Allah, mengingatkan manusia terhadap bekal yang harus dipersiapkan dalam menjemput kematian.
  • Sakit merupakan kondisi yang dapat memacu kita untuk benar-benar mempersiapkan akhir kehidupan yang baik (husnul khotimah)

Adapun doa agar Allah mengangkat penyakit yang sedang diderita yaitu

ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺫﻫِﺐِ ﺍﻟﺒَﺄﺱَ ﺍﺷﻒِ ﺃَﻧﺖَ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻲﺀ ﻟَﺎ ﺷِﻔَﺎﺀَ ﺇِﻟَّﺎ ﺷِﻔَﺎﻭﺀُﻙَ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟَﺎ ﻳُﻐَﺎﺩِﺭُ ﺳَﻘَﻤًﺎ

“Allahuma rabbannasi, adz- hibil ba’sa isyfi antasy- syafi laa syifa’a illa syifa’uka, syifa’an laa yughadiru saqaman.” “Wahai Allah Tuhan manusia, hilangkanlah rasa sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan yang sejati kecuali kesembuhan yang datang dari-Mu. Yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan komplikasi rasa sakit dan penyakit lain.