Tags

, ,

“Ibu kan udah bilang, agama itu ntar-ntar aja kalo uda tua. Kamu pikir hanya karena hafalan Al-Qur’an dia bisa ngasih kamu makan? Di dunia ini tuh apapun kudu realistis nduk!. Ibu ndak tau lagi deh harus bilang apa sama kamu. Keras kepala, pemikiran sempit. Ini pasti gara-gara kamu ikutan liqo-liqo ngga bener itu sama dia (nunjuk saya). Dakwah-dakwah ngga jelas itu, apalagi pake sok-sokan jadi relawan segala gitu, wong kamu aja masih perlu dibantu. Kalo kamu masih nekat juga ngga mau nurut sama ibu. Ntar ibu bisa-bisa stress, depresi, terus mati. Kalo ibu mati, kamu dosa loh sama ibu. Kamu tega?”

…………………….
…………………….
…………………….
…………………….

Fiuuuhh! Ini bukan script sinema Hidayah MNCTV loh ya? Apalagi script English Drama (eh, itu sih mata kuliahku :D). Eh tapi, beneran loh, beberapa minggu lalu ngga sengaja jadi “saksi dadakan” ibuknya temen yang ngomel-ngomel gitu. Kira-kira begitulah kalo ditranslate ke bahasa Indonesia, karena versi bahasa aslinya (Jawa) kasar banget, dan ngga bakal lulus sensor editor deh. Segala “pecel pincuk”, “ke kota Nganjuk naik kuda”, dibawa-dibawa. Ya Alloh pokoknya ngeri banget deh itu. Jujur sih, baru pertama kena semprot orang tuanya temen kayak gini. Kaget, rada takut juga, sedikit ada rasa bersalah. Entahlah. Perasaan semalem juga ngga ada mimpi yang aneh-aneh.

Trus kalo udah begitu gimana dong?

Huuhhft!! *Take a deep breath*
Jadi gini, kita tahu bahwasannya semua orangtua di dunia pengen anaknya hidup bahagia dengan pasangan hidup yang sesuai kriteria mereka. Tapi terkadang apa yang menjadi selera mereka itu berbanding terbalik dengan selera kita. Kalo kita nolak nanti di judge anak durhaka, disumpahin masuk neraka, atau dikutuk jadi batu. *(Ya Alloh Naudzubillah ya (-_-)*. Tapi kalo nurut, duh please deh ibuk, I’m not Siti Nurbaya. It’s been 2015 buuuk *hiks*
Serba salah kan? Iya sih, tapi inget janji Allah dong? “Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambaNya”.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan kalau kita lagi ada di posisi dan kondisi seperti ini. Yaaah meskipun belum teruji ampuh, tapi setidaknya, inilah suatu bentuk usaha kita untuk meluruskan keadaan.

1. TALK TO THEM.

Bicara baik-baik dengan kedua makhluk mulia yang udah gedein kita itu dengan tutur kata yang baik. Ungkapkan apa yang kita mau, plus alasan-alasan yang rasional. Kalaupun kita menolak, katakan dengan tidak menyinggung perasaan mereka.

2. AJAK PERANTARA.

Opsi ini tentu diperuntukkan buat kamu yang agak sulit ngomong. Kamu perlu seseorang untuk membantu mengutarakan penolakan pilihan orangtuamu. Seseorang disini jelaslah orang yang sudah tau seluk beluk orangtuamu dan tentunya masalah yang sedang kamu alami.

3. BERI PENGERTIAN.

Sebagai anak yang ngga mau dicap durhaka pada orangtua apalagi pada Allah. Kita harus berikan penjelasan pada mereka akan pentingnya pemahaman agama. Tegaskan bahwasannya bahagia itu bukan hal yang hanya bisa diukur dengan ganteng dan cantiknya fisik seseorang, bergelimangnya harta, atau juga tingginya jabatan. Melainkan juga suatu hal yang bersifat abstrak. Akhlaq, itulah yang terpenting. Banyak kok orang yang kaya, ganteng, cantik, jabatan tinggi tapi ngga hidup bahagia. Sedangkan orang yang hidupnya sederhana, biasa-biasa aja dari segi materi, tapi justru diliputi kebahagiaan setiap harinya. Orang yang aman adalah orang yang berakhlaq. Orang yang patuh. Patuh pada Tuhan. Allah akan selalu bersama hambaNya yang berpegang teguh akan Iman dan Islam. Orang yang berperilaku berdasar Al-Quran dan Hadits. Masalah rezeki, Allah yang ngatur, bukan kamu, sodaramu, ibu bapakmu, apalagi tetanggamu. Taruhlah kepercayaan penuh pada Allah. Niscaya hidup bahagia terpampang di depan mata. Bukankah Allah itu bersama prasangka hambaNya?!

4. ISTIKHARAH

Ini adalah senjata pamungkas. Setelah apa yang sudah kita kerahkan mulai dari talk to them face to face dan sebagainya, serahkan semuanya pada yang berhak atas takdirmu. ALLAH. Berdoalah, beristikharahlah. Allah Mahatahu apa yang terbaik untuk hambaNya yang patuh. Bersabar dan terus bertawakkal. InsyaAllah, IA memberimu kebahagiaan.

Jadi, khususnya buat temenku yang sedang dalam ujian Allah saat ini, ketahuilah bahwasannya tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan doa. Allah tidak akan memisahkan cintamu pada orangtuamu dengan cintamu padaNya sekalipun. Kesabaranmu yang begitu kuat InsyaAllah membuahkan kebahagiaan untukmu dan orang-orang di sekitarmu.. :’)

Gurah, 19 Maret 2015