Langkahku tertahan..

Inginku bergerak, tapi daya seakan tak rela melepas..

Aku ingin lari..

Menjauh dari lorong-lorong keputusasaan, tetapi nihil..

Aku pun ingin berteriak, namun pita suara seakan telah berkonspirasi dengan kediaman..

Kembali ku tak bisa dan tak akan pernah bisa..

Bosan mulai merangkak, pun menyeruak..

Sungguh..

Kini sejarah benar-benar mengejarku..

Membisu..

Memaksaku tertegun di jurusan tiga angka..