Berdiri disini dan berpijak

Memandang jauh cakrawala senja

Hingga tertegun saat mentari menyapa

Pun tak luput getar bibir kala terucap ribuan  rangkaian doa

Peluh dan air mata menyatu,

Seakan berlomba dengan tetesan hujan yang kian berderap

Termenung..

Kosong..

Bak bermain dengan mesin waktu, terlintas kepingan-kepingan frame masa lalu dalam siratan.

Tuhanku..

Ku tak tahu rahasiaMu,

Pahit getir, suka duka telah mutlak termiliki oleh sahayaMu

Kini Kau hapus legam dalam terang,

Menjadikan suci dalam kalbu.